Selamat Datang di Blog Rynaldo-Info Bisnis

Minggu, 06 Mei 2012

Kebun Raya Bogor

Sejarah

Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari 'samida' (hutan buatan atau taman buatan) yang paling tidak telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih benih kayu yang langka. Di samping samida itu dibuat pula samida yang serupa di perbatasan Cianjur dengan Bogor (Hutan Ciung Wanara). Hutan ini kemudian dibiarkan setelah Kerajaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten, hingga Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di salah satu sudutnya pada pertengahan abad ke-18.
Pada awal 1800-an Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik. Dengan bantuan para ahli botani, W. Kent, yang ikut membangun Kew Garden di London, Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya sekarang.

Monumen Olivia Raffles
 
Pada tahun 1814 Olivia Raffles (istri dari Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles) meninggal dunia karena sakit dan dimakamkan di Batavia. Sebagai pengabadian, monumen untuknya didirikan di Kebun Raya Bogor.
Ide pendirian Kebun Raya bermula dari seorang ahli biologi yaitu Abner yang menulis surat kepada Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen. Dalam surat itu terungkap keinginannya untuk meminta sebidang tanah yang akan dijadikan kebun tumbuhan yang berguna, tempat pendidikan guru, dan koleksi tumbuhan bagi pengembangan kebun-kebun yang lain.
Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt adalah seseorang berkebangsaan Jerman yang berpindah ke Belanda dan menjadi ilmuwan botani dan kimia. Ia lalu diangkat menjadi menteri bidang pertanian, seni, dan ilmu pengetahuan di Jawa dan sekitarnya. Ia tertarik menyelidiki berbagai tanaman yang digunakan untuk pengobatan. Ia memutuskan untuk mengumpulkan semua tanaman ini di sebuah kebun botani di Kota Bogor, yang saat itu disebut Buitenzorg (dari bahasa Belanda yang berarti "tidak perlu khawatir"). Reinwardt juga menjadi perintis di bidang pembuatan herbarium. Ia kemudian dikenal sebagai seorang pendiri Herbarium Bogoriense.
Pada tahun 18 Mei 1817, Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen secara resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan nama s'Lands Plantentuinte Buitenzorg. Pendiriannya diawali dengan menancapkan ayunan cangkul pertama di bumi Pajajaran sebagai pertanda dibangunnya pembangunan kebun itu, yang pelaksanaannya dipimpin oleh Reinwardt sendiri, dibantu oleh James Hooper dan W. Kent (dari Kebun Botani Kew yang terkenal di Richmond, Inggris).
Sekitar 47 hektare tanah di sekitar Istana Bogor dan bekas samida dijadikan lahan pertama untuk kebun botani. Reinwardt menjadi pengarah pertamanya dari 1817 sampai 1822. Kesempatan ini digunakannya untuk mengumpulkan tanaman dan benih dari bagian lain Nusantara. Dengan segera Bogor menjadi pusat pengembangan pertanian dan hortikultura di Indonesia. Pada masa itu diperkirakan sekitar 900 tanaman hidup ditanam di kebun tersebut.
Pada tahun 1822 Reinwardt kembali ke Belanda dan digantikan oleh Dr. Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh di kebun. Ia juga menyusun katalog kebun yang pertama berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (spesies) tanaman. Pelaksanaan pembangunan kebun ini pernah terhenti karena kekurangan dana tetapi kemudian dirintis lagi oleh Johannes Elias Teysmann (1831), seorang ahli kebun istana Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch. Dengan dibantu oleh Justus Karl Hasskarl, ia melakukan pengaturan penanaman tanaman koleksi dengan mengelompokkan menurut suku (familia).
Teysmann kemudian digantikan oleh Dr. Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer pada tahun 1867 menjadi direktur, dan dilanjutkan kemudian oleh Prof. Dr. Melchior Treub.
Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).
Pada tanggal 30 Mei 1868 Kebun Raya Bogor secara resmi terpisah pengurusannya dengan halaman Istana Bogor.
Pada mulanya kebun ini hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan ke Hindia-Belanda (kini Indonesia). Namun pada perkembangannya juga digunakan sebagai wadah penelitian ilmuwan pada zaman itu (1880 - 1905).
Kebun Raya Bogor selalu mengalami perkembangan yang berarti di bawah kepemimpinan Dr. Carl Ludwig Blume (1822), JE. Teijsmann dan Dr. Hasskarl (zaman Gubernur Jenderal Van den Bosch), J. E. Teijsmann dan Simon Binnendijk, Dr. R.H.C.C. Scheffer (1867), Prof. Dr. Melchior Treub (1881), Dr. Jacob Christiaan Koningsberger (1904), Van den Hornett (1904), dan Prof. Ir. Koestono Setijowirjo (1949), yang merupakan orang Indonesia pertama yang menjabat suatu pimpin lembaga penelitian yang bertaraf internasional.
Pada saat kepemimpinan tokoh-tokoh itu telah dilakukan kegiatan pembuatan katalog mengenai Kebun Raya Bogor, pencatatan lengkap tentang koleksi tumbuh-tumbuhan Cryptogamae, 25 spesies Gymnospermae, 51 spesies Monocotyledonae dan 2200 spesies Dicotyledonae, usaha pengenalan tanaman ekonomi penting di Indonesia, pengumpulan tanam-tanaman yang berguna bagi Indonesia (43 jenis, di antaranya vanili, kelapa sawit, kina, getah perca, tebu, ubi kayu, jagung dari Amerika, kayu besi dari Palembang dan Kalimantan), dan mengembangkan kelembagaan internal di Kebun Raya yaitu:
Kebun Raya Bogor sepanjang perjalanan sejarahnya mempunyai berbagai nama dan julukan, seperti
  • s'Lands Plantentuin
  • Syokubutzuer (zaman Pendudukan Jepang)
  • Botanical Garden of Buitenzorg
  • Botanical Garden of Indonesia
  • Kebun Gede
  • Kebun Jodoh

Direktur

Koleksi pohon dan tumbuhan

  • Salah satu daya tarik utama Kebun Raya Bogor adalah bunga bangkai (Amorphophalus titanum) karena saat-saat mendekati mekar akan mengeluarkan bau bangkai yang menyengat. Bunga ini dapat mencapai tinggi 2m dan merupakan bunga majemuk terbesar di dunia tumbuhan.
  • Pohon kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang masih hidup sampai sekarang.

Peristiwa

Penanaman Bunga Bangkai

  • Pada tanggal 19 Desember 1992, ditanamlah bunga bangkai jenis bunga bangkai Amorphophalus titanum Becc. (Araceae atau suku talas-talasan). Bunga ini berasal dari Muara Aimat - Jambi, dengan berat umbi 30 kg.
  • Pada tanggal 5 Februari 1994, muncul tunas bunga, kemudian pada tanggal 9 Maret 1994 tingginya telah mencapai 1 meter. Lima hari kemudian tinggi tanaman ini bertambah menjadi 1,5 meter. Karena tanaman ini termasuk langka, maka tanaman ini termasuk salah satu tanaman yang dilindungi dan dikembangbiakkan.

 

Tugu Peringatan Reinwardt

Pada 16 Mei 2006, memperingati 189 tahun Kebun Raya Bogor (KRB), Kedutaan Besar Jerman bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), meresmikan Tugu Peringatan Reinwardt di dalam kompleks kebun. Monumen sederhana di seberang kolam depan Istana Bogor tersebut diresmikan oleh Kepala LIPI Umar Anggara Jenie dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Joachim Broudré-Gröger.
Peringatan ulang tahun ini juga dimeriahkan dengan acara "ASEAN-China Workshop Botanical Garden on Management and Plant Conservation". Selain Cina, kegiatan ini diikuti oleh negara anggota ASEAN seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Laos, Kamboja, Thailand, Myanmar, dan Vietnam. Lokakarya itu bertujuan untuk meningkatkan kerja sama di bidang perkebunan dan konservasi tumbuhan di kawasan ASEAN-Tiongkok.
Puncak acara peringatan ulang tahun ditandai dengan penanaman bibit pohon oleh sepuluh Menteri Lingkungan Hidup ASEAN yang hadir dalam rangka acara "ASEAN Environmental Year" di Indonesia. Acara tersebut merupakan yang ketiga kalinya setelah yang pertama di Brunei Darussalam pada 2000 dan yang kedua di Kamboja pada 2003.



Rusak akibat badai

Pada 1 Juni 2006 sekitar pukul 20.00-20.30 WIB, sebanyak 124 pohon di Kebun Raya Bogor yang banyak di antaranya berusia di atas 100 tahun tumbang akibat angin kencang dan badai. Berkaitan dengan itu, kebun raya ditutup untuk umum minimal selama satu pekan guna pembenahan pohon-pohon tumbang tersebut.
Kerusakan yang terjadi di Kebun Raya Bogor (KRB) sangat memprihatinkan. Kerusakan bukan hanya beberapa bidang pagar besi roboh tertimpa pohon, atau belasan pohon tumbang yang terlihat dari jalan raya yang mengitari KRB, tetapi juga kondisi di dalam KRB.
Areal kebun dekat pintu coklat Istana Bogor, yang tidak terlihat dari jalan raya, porak-poranda. Pohon-pohon yang diameternya 50 sentimeter dan tingginya 30-50 meter roboh, rebah malang melintang di tanah dan jalan-jalan di dalam KRB. Di antaranya ada pohon yang diameter pangkalnya sampai satu meter lebih tumbang, tercerabut dengan akar-akarnya.
Kerugian material KRB mencapai miliaran rupiah, sementara kerugian imaterial tidak dapat dihitung karena semua pohon koleksi dan usianya sudah sangat tua

Kunjungan

  • Pada hari Minggu dan hari libur kebun raya sangat ramai dengan pengunjung
  • Kebun Raya Bogor dibuka setiap hari dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore.
  • Harga tanda masuk Rp.9500
  • Mobil Roda 4 Rp. 15.000 dan Motor Rp. 3000
  • Pintu gerbang utama ada di sebelah Selatan, sedangkan pintu-pintu yang lain hanya dibuka pada hari Minggu dan libur.
  • Untuk masuk ke rumah anggrek di dalam KBR, penungunjung dikenakan tambahan Rp.1000.


 Daya Tarik Kebun Raya Bogor :
Bunga Bangkai (Amorphophalus Titanum)
Bunga ini pada saat akan mendekati mekar, akan mengeluarkan bau bangkai yang menyengat. Tinggi bunga ini dapat mencapai setinggi 4 meter dengan diameter sekitar 1,5 meter dan merupakan bunga majemuk terbesar didunia tumbuhan.

Pohon Leci (Litchi Chinenis)
Pohon tertua yang ada di Kebun Raya Bogor adalah Pohon Leci dari China. Pohon ini ditanam pada tahun 1823, letaknya didekat danau Kebun Raya Bogor.
Tak jauh dari danau terdapat Patung Putri Duyung dan Patung Tangan Tuhan, yang merupakan duplikat dari patung yang ada di Kopenhagen dan Stokholm.

Bunga Fragnant Frangipani
Bunga Fragnant Frangipani, akarnya selalu keluar dari tanah.

Bunga Lily Jawa
Kebun Raya Bogor mempunyai koleksi Bunga Lily Jawa yang sudah langka.

Pohon Raja
Pohon ini asalnya dari Kalimantan. Disebut Pohon Raja karena Raja di Kalimantan suka mengoleksi pohon ini, yang gunanya dapat untuk menarik lebah dan diambil madunya.

Kelapa Sawit
Kebun Raya Bogor mempunyai koleksi pohon kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang masih hidup hingga sekarang.

Rumah Kelelawar
Terdapat pohon besar yang sudah tua, yang menjadi rumah tempat kelelawar bergelantungan.

Perlengkapan Yang Perlu Dibawa
Gunakan baju lengan panjang untuk keliling Kebun Raya Bogor, gunanya untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari serta untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk. Bawalah topi, air minum, makanan kecil.

Cara Mencapai Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor terletak ditengah Kota Bogor yang ramai, sehingga tidak sulit untuk menemukannya.
Dari Jakarta (± 63 km menuju Kebun Raya Bogor) :
-Dengan bis menuju Terminal Baranangsiang-Bogor, dilanjutkan dengan naik Angkot menuju Kebun Raya Bogor dan turun di pintu Kebun Raya Bogor dekat IPB.
-Dengan kereta ke Stasiun Bogor, dilanjutkan dengan naik Angkot jurusan Merdeka-Sukasari menuju Kebun Raya Bogor dan turun dipintu 1 dekat Pasar Bogor.

Waktu Kunjungan Ke Kebun Raya Bogor
Mulai buka dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore.
Pintu gerbang utama berada disebelah selatan, pintu-pintu yang lainnya hanya dibuka pada hari minggu dan hari libur.
Pada hari minggu, hari libur dan liburan panjang, Kebun Raya Bogor padat pengunjung.

 Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kebun_Raya_Bogor
               http://indonesia-indahnya.blogspot.com/2010/02/kebun-raya-bogor-salah-satu-tertua-di.html

Rabu, 28 September 2011

Jenis Instruksi dan Teknik Pengalamatan

Jenis Instruksi :
Jenis-jenis Instruksi
  • Data Processing/Pengolahan Data: instruksi-instruksi aritmetika dan logika.
  • Data Storage/Penyimpanan Data: instruksi-instruksi memori.
  • Data Movement/Perpindahan Data: instruksi I/O.
  • Control/Kontrol: instruksi pemeriksaan dan percabangan.
Instruksi aritmetika (arithmetic instruction) memiliki kemampuan untuk mengolah data numeric. Sedangkan instruksi logika (logic instruction) beroperasi pada bit-bit word sebagai bit, bukan sebagai bilangan. Operasi-operasi tersebut dilakukan terutama dilakukan untuk data di register CPU.
Instruksi-inslruksi memori diperlukan untuk memindah data yang terdapat di memori dan register.
Instruksi-instruksi I/O diperlukan untuk memindahkan program dan data kedalam memori dan mengembalikan hasil komputasi kepada pengguna.


Teknik Pengalamatan:
1. Pengalamatan Langsung
Teknik pengalamatan langsung dilakukan dengan memberikan nilai ke suatu register secara langsung. Untuk melaksankan teknik pengalamatan langsung digunakan tanda #. Sebagai contoh instruksi :
MOV A,#01H ;Mengisi akumulator dengan 01H
Pengalamatan data langsung dari 0 sampai 127 akan mengakses RAM internal, sedangkan pengalamatan data dari 128 sampai 255 akan mengakses register perangkat keras. Sebagai contoh instruksi
Mov A,#010H ;isi akumulatur dengan 10H
MOV P3,A ;memindahkan isi akumulator ke Port 3

2. Pengalamatan Tak Langsung
Teknik pengalamatan tidak langsung menunjuk ke sebuah register yang berisi lokasi alamat memori yang akan digunakan dalam operasi. Lokasi yang sebenarnya tergantung pada isi register saat instruksi dijalankan. Untuk melaksanakan pengalamatan tidak langsung digunakan simbol @. Sebagai contoh instruksi:
MOV R0,#030H ;isi register R0 dengan 30H
Mov @R0,#0FFh ;isi alamat yang ditunjuk R0 dengan FFH


3. Pengalamatan Bit

Teknik pengalamatan bit adalah penunjukkan alamat lokasi bit baik dalam RAM internal atau perangkat keras. Untuk melakukan pengalamatan bit digunakan simbol titik (.), misalnya FLAGS.3, 40.5, 21H.5, dan ACC.7. Sebagai contoh instruksi:
SETB ACC.7 ;menbuat bit ke-7 pada akumulatuor menjadi set
SETB P1.3 ;membuat p1.3 menjadi set

4. EQU (Equate)
Equ digunakan untuk mendefinisikan sebuah simbol atau lambang assembler secara bebas.
Contoh:
REG EQU 0
DAT EQU 040H

Mov DAT,#0AFH
Mov REG,#87H
Pada perintah diatas DAT diisi dengan 0AFH, konstanta ini telah mendefinisikan sebelumnya dengan 40H.
Maka MOV DAT,#0AFH persamaannya MOV 040H,#0AFH yang artinya 0AFH dimasukan pada alamat 40H. Begitu pula pada MOV REG,#087H.
5. DELAY TIME
Program delai merupakan program tunda yang ditentukan oleh waktu.
Contoh:
MOV R0,#200 ; Set loop counter, R0 = 200 times
; 5 Cycle * 100 times = 1ms
DELAY: NOP ; 1 Cycle used
NOP ; 1 Cycle used
NOP ; 1 Cycle used
DJNZ R0,DELAY ; 2 Cycle used

Jika XTAL menggunakan 12 Mhz. Maka T = 1/12Mhz = 0,0833 uS
MOV R0,#200 — 1 cycles = 12 X 0,0833 = 0,9996
DELAY: NOP ————— 1 cycles = 200 X 12 X 0,0833 = 199,92
NOP ————— 1 cycles = 200 X 12 X 0,0833 = 199,92
NOP ————— 1 cycles = 200 X 12 X 0,0833 = 199,92
DJNZ R0,DELAY – 2 cycles = 200 X 24 X 0,0833 = 399,84 +
1000, 5996 uS

Berarti lama tunda 1000,5996 uS = 0,0010005995 detik
Sumber : http://endahajah.wordpress.com/2009/03/31/hello-world/
              http://rizqitegalcity.wordpress.com/2009/05/05/teknik-pengalamatan/

Teknik Pengalamatan

Teknik Pengalamatan dalam Algoritma dan Pemrograman
 
Teknik  Pengalamatan
Rekaman- rekaman dalam suatu berkas nalari diciri (diidentifikasi) oleh perangkat nomer yang unik atau kelompok karakter yang unik.
Perangkat ini disebut kunci, biasanya menempati medan yang panjangnya tetap dalam masing- masing rekaman. Untuk membentuk suatu kunci yang unik kadang- kadang diperlukan gabungan dua medan atau lebih yang disebut kunci berderet. (concatenated key)
Dalam beberapa berkas, rekaman- rekaman berisi lebih dari satu kunci. Misalnya barang yang sudah dibeli mempunyai nomer penyalur dan nomer pemakai yang berbeda. Keduanya dipakai sebagai kunci. Kunci harus unik, karena kunci itu dipakai untuk menentukan di mana rekaman harus diambil dari unit  berkas dan untukk melacak rekaman itu dari berkasnya. Ini disebut kunci utama atau penciri (identifier).
Persoalan dari pengalamatan berkas adalah: diberikan kunci utama, lalu bagaiman komputer mengambil rekaman atau kunci itu? Ada berbagai teknik pengalamatan rekaman.
Teknik 1 : Pemayaran Berkas (Scanning the file)
Cara yang paling sederhana untuk pengambilan rekaman adlah memayar berkas dengan memeriksa kunci setiap rekaman. Metode ini sangat lambat dan hanya mungkin digunakan dalam operasi pemrosesan kelompok yang memakai berkas serial, seperti pita, di mana setiap rekaman mau tidak mau harus dibaca.
Teknik 2 : Pencarian Ruas (Block Search)
Pada rekaman- rekaman yang diorganisasikan serial dengan kunci, tidak perlu setiap rekaman dibaca pada waktu memayar berkas.
Berkas itu dalam urutan kunci utama yang menanjak (ascending). Misalnya kunci rekaman yang dicari Ks, maka pencarian dimulai dari kunci- kunci ruas yang kecil. Seperti halnya pembagian rentetan pada bab sebelumnya, ukuran ruas yang optimum adalah NB = . Nf adalah jumlah rekaman daklam berkas. Pada pemeriksaan kalau ditemukan rekaman yang kuncinya pertama kalau kali lebih besar dari Ks, maka rekaman- rekaman dari ruas yang baru saja diloncati diperiksa (dipayar) sampai ditemukan rekaman dengan kunci Ks.Kadang- kadang cara ini disebut pencarian loncatan (skiipsearch). Misalnya ada 10.000 rekaman dalam suatu berkas. Ruas pencarian terdiri atas 100 rekaman. Rata-rata ada 100 rekaman yang diperiksa sehingga ditemukan rekaman yang diminta. Proses pencarian baru akan dilakukan pada ruas yang mengandung rekaman yang diminta. Dalam praktek tidak ada pencarian ruas yang rekamannya sampai 10.000, yang berarti seluruh berkas ada 10.0002 rekaman . Dalam hal ini diperlukan index yang mewakili seluruh rekaman. Kemudian pada index inilah dilakukan pembagian ruas-ruas pencarian.
Teknik  3. Pencarian Biner ( Binary Search )
Pencarian biner pertama-tama menuju ketengah-tengah area yang mengandung rekaman yang diminta. Lalu membandingkan kunci rekaman yang ditengah-tengah itu dengan kunci yang dicari. Maka akan diketahui bahwa kunci yang dicari letaknya dibelahan yang mana. Kemudian menuju ketengah-tengah belahan itu lagi .Proses ini diulangi terus menerus. Berkas diperiksa rata-rata kurang lebih       (log 2 Nf -1 ) kali. Untuk harga Nf (jumlah rekaman dalam berkas) yang besar, log Nf – 1 lebih kecil daipada   .
Pencarian biner umumnya tidak tepat untuk pencarian pada piranti simpanan masup langsung, karena menghabiskan banyak waktu. Pencarian biner tidak dapat dipakai untuk pencarian pada rentetan, karena komputer tidak mempunyai peralatan untuk mengatur pencarian itu.  Sepaerti diketahui rentetan terdiri atas rekaman-rekaman yang disatukan dengan pointer, sehingga sulit untuk menentukan titik tengahnya. Pencarian biner bermanfaat untuk pencarian rinci-rinci dalam memori utama atau simpanan tingkat padat (misalnya hard disk ).
Jenis khusus dari pencarian biner adalah rinci-rinci yang dicari tidak disusun berurutan, tetapi dalam bentuk pohon biner dengan pointer-pointer. Kemudian pencarian diteruskan dengan menelusuri pointer-pointer. Keuntungan bentuk pencarian ini adalah bahwa rekaman – rekaman baru dapat disisipkan ke dalam berkas , tanpa harus menggeser ke samping ( proses ini merupakan operasi yang janggal dan memakan waktu). Titik tengah yang dituju akan bergeser untuk menyesuaikan penambahan itu.
Pencarian biner lebih baik dilakukan pada index-index berkas daripada langsung mencari berkasnya sendiri.
Teknik 4 . Berkas Serial Berindex
Pada umumnya pemayaran atau pencarian berkas-berkas untuk mendapatkan suatu rinci terlalu banyak memakan waktu. Metode tersebut hanya dipakai untuk menudingsuatu rinci dalam area yang kecil setelah teknik-teknik yang lain menemukan area yang ditempatinya.
Pemayaran cakram atau alur drum dapat dibuat bersamaan dengan waktu rotasi dan karena itu bermanfaat.
Apabila berkas mempunyai kunci yang berurutan, biasanya digunakan tabel yang disebut index . Masukan pada tabel adalah kunci rekaman yang dicari, danhasil operasi pencarian tabel adalah alamat relatif atau alamat sesungguhnya dari rekaman itu pada unit berkas.
Suatu index didefinisikan sebagai suatu tabel di mana beroperasi dengan prosedur yang menerima informasi tentang harga-harga atribet tertentu sebagai masukan, dan sebagai keluaran memberikan informasiyang membantu pengambilan rekaman dengan cepat, di mana rekaman itulah yang memiliki harga-harga atribut tersebut. Index utama adalah index yang menggunakan ciri rekaman (kunci utama) sebagai masukan dan memberikan informasi tentang lokasi fisis dari rekaman sebagai keluara. Index sekunder adalah index yangmengunakan kunci yang tidak unik, tapi dapat mewakili sejumlah rekaman.
Index kadang- kadang disebut sebagai penuntun (directory) yang memberikan informasi tentang pertalianantara rekaman- rekaman, sebagai contoh, memberikan hubungan- hubungan dalam struktur jaring atau stuktur pohon.
Apabila suatu index dipakai untuk pengelamatan berkas, maka komputer harus mencari index, bukan mencari berkas itu. Cara ini dapat menghemat banyak sekali waktu, tetapi dibuthkan ruangan untuk menyimpan index itu. Hal ini mirip dengan penggunaan indek kartu dalam perpustakaan. Pemakai mencari nama buku yang dia perludi dalam index kartu, dan index kartu itu memberikan nomor katalog, yang analog dengan alamat relatifdari letak buku itu pada ra
Apabila berkas mempunyai kunci yang berurutan, umumnya index tidak berisi acuan untuk setiap rekaman, tetapi cukup satuan acuan untuk ruas- ruas rekaman.
Pengacuan ruas- ruas rekaman dibandingkan dengan pengacuan pada rekaman individu sangant banyak mengurangi ukuran indek. Walaupun demikian index seringkali terlalu besar untuk dicari dalam keseluruhannya, dan dengan demikian diperlukan suatu index untuk sejumlah index.
Untuk menghemat waktu pencarian, segmen- segmen dari iondex tingkat lebih rendah dapat diedarkan di antara rekaman- rekaman data yang bersangkutan
Pada area berkas yang diwakili satu index, dilakukan pencarian dengan metode pencarian ruas atau pencarian biner maupun pemayaran. Pada berkas cakram biasanya mempunyai satu alur index untuk setiap silinder, yang berisi acuan – acuan untuk rekaman- rekaman yang tersimpan dalam silinder itu.
Berkas serial berindex merupakan bentuk yang paling umum dari pengalamatan berkas. Mode lokasi VIA dari CODASYL memakai teknik ini.
Teknik 5 : Berkas Tak Berurutan Berindex (Indexed Nonsequential Files)
Berkas yang tak berurutan dapat diberi index seperti halnya berkas berurutan. Tetapi memerlukan index yang jauh lebih banyak, karena harus berisi satu entry untuk satu rekaman. Lagi pula, harus berisi alamat lengkap tertentu (atau alamat relatip), sedangkan suatu index pada berkas berurutan dapat memotong alamat yang dikandungnya, karena urutan karakter tingkat tinggidari alamat berturut-turut biasanya sama.
Misalnya APNA, APNE, APNI, APNK, dan seterusnya. Dalam hal ini APN sama semua.
Berkas berurutan berindex jauh lebih ekonomis, karena ruang index jauh lebih sedikit dan waktu pencarian lebih cepat.
Alasan utama tetap digunakanya berkas tak berurutan ialah bahwa harus dialamatkan lebih dari satu kunci. Apabila kunci yang satu diurutkan, maka kunci yang lain tidak akan terurutkan. Suatu index dapat dipakai untuk tiap kunci, index untuk kunci berurutan mempunyai satu entry per ruas. Sedang kunci tak berurutan, satu entry untuk setiap rekaman. Untuk berkas yang berkunci banyak, kunci yang paling sering dipakai biasanya yang diurutkan, karena masup cepat dimungkinkan oleh index berurutan pendek.
Analogi index kartu perpustakaan lebih tepat untuk berkas berurutan berindex. Dua kunci dipakai dalam indek kartu, yakni judul buku dan nama pengarang. Kedua kunci ini tidak dipakai untuk pengurutan buku- buku pada rak- rak. Oleh karena itu harus ada suatu entri untuk setiap buku dalam kedua index it.
Buku- buku itu disusun dalam urutan dengan nomor katalog, Apabila pemakai telah menemukan nomor katalog dari buku yang diinginkannya, lalu dia mencari pada jajaran-jajaran rak (lemari- lemari rak). Analog dengan pencarian Index dalam berkas. Masing- masing jajaran rak biasanya terdapat tanda nomor permulaan dan nomor akhir katalog dari buku- buku dalam jajaran itu. Pemakai membandingkan nomor katalog yang telah diperoleh dengan batasan nomor pada jajaran itu. Apabila  nomor katalog yang dipegangnya berada dalam batasan itu, berarti buku yang dicari berada dalam jajaran itu. Lalu dicocokkan batasan nomor pada tiap rak dalam jajaran itu. Analog dengan index induk pada suatu index silinder dam kemudian pada index  alur. Setelah menemukan rak yang memuat buku tersebut , lalu pemakai mencari- cari buku tersebut dalam rak itu. Dalam hal ini pencarian dalam berkas dapat menggunakan metode pencarian ruas ataupun pemayaran dan pencarian biner.
Index perpustakaan tidak menunjukkan lokasi fisis dari buku pada raknya. Tetapi memberikan pada nomor katalog yang dapat dianggap sebagai alamat relatif atau alamat simbul. Alasannya dipakai alamat simbul ialah kalau alamat fisis yang dipakai, lalu karena buku-buku dalan rak selalu bergeser tempatnya, maka index perpustakaan harus sering diperbarui/ diubah. Dengan alasan yang sama berkas tak berurutan berindex juga kadang- kadang memakai simbul daripada alamat sungguh. Penambahan rekaman baru dan penghapusan rekaman lama selalu menggeser lokasi rekaman- rekaman.
Apabila lebih dari satu kunci digunakan dalan rekaman- rekaman. Index pada suatu kunci yang bukan utama dapat menunjukkan kunci utama dari rekaman sebagai keluarannya. Kunci utama ini kemudian digunakan untuk pengembilan rekaman dengan pengalamatan yang lain. Analogi dengan index perpustakaan, misalnya judul buku adalah kunci utama, sedang nama pengarangbukan kunci utama. Dengan kunci nama pengarang, kitadapat menemukan kunci utamanya. Metode dengan menggunakan alamat simbul lebih lambat daripada alamat fisis, tetapi pada berkas yang rekaman- rekamannya sering berubah posisinya, pengalamatan simbul menunjuk manfaatnya.
Alasan lain untuk penggunaan susunan rekaman tak berurutan adalah bahwa berkas itu sangaty lincah dan penyisipan penghapusan ke dalam berkas yang berurutan akan terlalu sulit dan terlalu makan waktu. Apabilabuku yang disimpan dalam rak diurutkan menurut abjadnya, maka pemeliharaannya memerlukan waktu banyak, karenasetiap kali ditambahkan buku baru, sejumlah buku harus digeser. Kalau buku- buku itu tak berurutan, tapitapi nomor katalognya berurutan, maka buku barudapat diletakkan pada posisi terakhir dengan nomor urut katalog yang terakhir.
Teknik 6 : Pengalamatan Alamat Setara Kunci
(Key- Equals- Address)
Berbagai metode pengubahan kunci langsung ke dalam suatu alamat berkas dipakai. Penggunaan metode- metode ini dapat menghasilkan perangkat pengalamatan yang tercepat dan tidak diperlukan pencarian berkasatau operasi index.
Cara pemecahan persoalan pengalamatan yang paling sederhana aialah dalam transaksi input, memiliki alamatsama dengan kunci supaya pengambilannya sederhana.Pola ini termasuk pengalamatan langsung.Dlam banyak aplikasi, pendekatan langsung ini tidak dimungkikan. Nomor- nomor barang dari suatu pabrik tidak dapat diubah untuk menyesuaikan komputer karena nomor- nomor itu mempunyai arti yang penting bagi perusahaan tersebut.
Kadang- kadang nomor acuan mesin dapat digunakan dalam transaksi input tanpa membutuhkan nomor konsumen ataupun nomor barang. Sebagai contoh, alamat berkas dari rekaman dapat dicetak pada buku tabungan langganan bank. Apabila komputer pemesan perusahaan penerbangan mengirimkan pesan teletip pada perusahaanpenerbangan yang lain, biasanya pesan itu mancakup nomor acuan mesin dari rekaman penumpang. Jawabandalam pesanan teletip diterima, misalnya tentang penegasan pemesanan, maka harus mencakup nomor acuan mesin, sehingga rekaman penumpang itu segera ditemukan.
Mode lokasi DIRECT dari CODASYL memakai teknik ini.
Teknik 7 : Alogaritma Untuk Konversi Kunci
Penggunaan algoritma untuk mengbah kunci ke dalam alamat, hampir secepat dengan teknik alamat setara kunci   (teknik 6). Alamat pada beberapa apilkasi dapat dihitung dari penciri entiti seperti lokasi jalan, nomor penerbangan dan tanggal penerbangan. Tidak semua aplikasi yang tidak menerapkannya. Tetapi metode ini adalah sederhana dan cepat untuk aplikasi yang dapat menerapkannya.
Teknik ini biasanya mempunyai kerugian karena tidak memenuhi barkas dengan sempurna. Ada celah- celahnya, karena kunci- kunci tidak diubah menjadi satu himpunan alamat yang kontinu. Sebagai contoh, perusahaan penerbangan mempunyai 150 nomor penerbangan. Algoritma memakai nomor penerbangan dan tanggal untuk menghitung alamat berkas. Tetapi tidak setiap penerbangan terbang pada setiap hari; karena itu, beberapa alamat yang dihasilkannya tidak memuat rekaman.
Apabila rekaman- rekaman membentuk suatu matrik, maka cocok untuk perhitungan alamat berkas. Sebagai contoh, suatu perusahaan mempunyai banyak distributor,. Masing- masing distributor menangani 200 produk. Rekaman yang diberikan adalah tentang penjualan setiap produk untuk setiap distributor dalam setiap distributor dalam setiap minggu untuk tahun ini. Apabila panjang rekaman 100 byte, maka alamat byte relatif dari rekaman untuk distributor ke-A, produk ke- B, dan minggu ke- C dapat dihitung dengan rumus:
(A -1) × 200 × 52 × 100 + (B− 1) × 52 × 100 + (C − 1) × 100 + 1. Suatu program akan mengubah alamat relatif ini ke dalam sebuah alamat mesin.
Kerugian dari pola ini pengalamatan langsung yakni kelakuannya. Sepaerti diketahui bahwa alamt mesin dpat berubah- ubah, karena berkas berkembang atau dipindahkan pada suatu unit yang lain atau berkas digabungkan atau dimodifikasi. Dalam hal ini pengalamatan langsung tidak dapat berjalan. Untuk menghilangkan sifat kekakuan ini pengalamatan langsung biasanya diselesaikan dalam dua tingkat. Tingkat pertama mengubah kunci menjadi suatu bilangan urut. Tingkat kedua mengubah bilangan urut itu menjadi alamt mesin. Apabila alamat mesin rekaman berbah, maka bilangan- bilangan urut yang dipakai tingkat kedua dapat dimodifikasi dengan mudah untuk menyesuaikan perubahan alamat mesin tersebut.
Mode lokasi CALC dari CODASYL memakai teknik ini.
Teknik 8 : Gabungan (Hashing)
Suatu bentuk yang bermanfaat dan akurat dari teknik perhitungan alamat disebut gabungan atau kadang- kadang disebut pengacakan (randomizing) atau pengadukan (scrambling). Dalam teknik ini kunci rinci diubah menjadi suatu bilangan hampir acak, dan bilangan ini dipakai untuk menentuksn di man rinci tersebut disimpan. Bilangan hampir acak itu dapat berhubungan dengan alamat di mana suatu rekaman disimpan. Cara ini ;lebih ekonomis, karena berhubungan dengansuatu area di mana suatu grup rekaman disimpan yang disebut sebagai bucket (keranjang), kadang- kadang disebut pocket (saku) atau slot. Jumalah rekaman nalari yang dapat disimpan dalam area ini disebut kapasitas bucket.
Apabila pada permulaan, berkas hendak diamati, lokasi dalam mana rekaman- rekaman disimpan ditentukan sebagai berikut:
  1. Kunci dari rekaman diubah menjadi suatu bilangan hampir acak, n, yang terletak dalam interval l sampai N, di mana N adalah jumlah bucket yang dapat dipakai untuk simpanan. Banyak algoritma gabungan memungkinkan operasi ini, dan harus dipilih satu yang sesuai dengan himpunan kunci dari rekaman- rekaman yang dibicarakan.
  2. Bilangan n diubah menjadi alamt dari bucket itu dibaca.
  3. Apabila ada sisa ruang dalam bucket itu, maka rekaman nalari dapat disimpan ke dalam bucket itu.
  4. Apabila bucket luapan (overflow). Ini dapat   sebagai urutan berikut, atau dapat sebagai suatu bucket pada area yang terpisah yang duihubungkan dengan pointer.
Apabila rekaman- rekaman hendak dibaca dari berkas, maka metode pencarian adalah sama dengan di atas , yaitu:
  1. Kunci dari rekaman yang akan dicari, diubah menjadi suatu bilangan hampir acak, yaitu n, dengan menggunakan algoritma yang sama.
  2. Bilangan n itu diubah menjadi alamat dari bucket ke- n, dan dan rekaman fisis di dalamnya dibaca.
  3. Bucket dicari untuk mendapatkan rekaman nalari yng diminta.
  4. Apabika rekaman yang diminta tiadak ada dalam bucket luapan dibaca dan di- search. Kadang- kadang perlu membaca lebih dari satu bucket luapan.
Teknik ini tidak akan mencapai kerapatan packing 100%, karena adanya sifat- sifat acak dari algoritma. Banyak Berkas dapat mencapai kerapatan packing 80%atau 90% dan tidak ada ruang yang diperlukan untuk index. Banyak rekaman dapat diperoleh dengansatu pencarian, tetapi ada yang memerlukan pencarian dalam satu detik, yaitu pada bucket luapan. Jarang diperlukan pencarian ketiga atau keempat.
sumber: http://id.wikipedia.org

Organisasi komputer dasar

Suatu sistem komputer terdiri dari lima unit struktur dasar, yaitu:
  • Unit masukan (Input Unit)
  • Unit kontrol (Control Unit)
  • Unit logika dan aritmatika (Arithmetic & Logical Unit / ALU)
  • Unit memori/penyimpanan (Memory / Storage Unit)
  • Unit keluaran (Output Unit)
Control Unit dan ALU membentuk suatu unit tersendiri yang disebut Central Processing Unit (CPU). Hubungan antar masing-masing unit yang membentuk suatu sistem komputer dapat dilihat pada gambar berikut:
Struktur Dasar Komputer
Data diterima melalui Input Device dan dikirim ke Memory. Di dalam Memory data disimpan dan selanjutnya diproses di ALU. Hasil proses disimpan kembali ke Memory sebelum dikeluarkan melalui Output Device. Kendali dan koordinasi terhadap sistem ini dilakukan oleh Control Unit. Secara ringkas prinsip kerja komputer adalah Input – Proses – Output, yang dikenal dengan singkatan IPO.
Fungsi Utama dari masing-masing Unit akan dijelaskan berikut ini:
  • Unit Masukan (Input Unit)
    Berfungsi untuk menerima masukan (input) kemudian membacanya dan diteruskan ke Memory / penyimpanan. Dalam hubungan ini dikenal istilah peralatan masukan (input device) yaitu alat penerima dan pembaca masukan serta media masukan yaitu perantaranya.
  • Unit Kontrol (Control Unit)
    Berfungsi untuk melaksanakan tugas pengawasan dan pengendalian seluruh sistem komputer. Ia berfungsi seperti pengatur rumah tangga komputer, memutuskan urutan operasi untuk seluruh sistem, membangkitkan dan mengendalikan sinyal-sinyal kontrol untuk menyesuaikan operasi-operasi dan arus data dari bus alamat (address bus) dan bus data (data bus), serta mengendalikan dan menafsirkan sinyal-sinyal kontrol pada bus kontrol (control bus) dari sistem komputer. Pengertian mengenai bus dapat dilihat di bagian bawah halaman ini.
  • Unit Logika & Aritmatika (Arithmetical & Logical Unit)
    Berfungsi untuk melaksanakan pekerjaan perhitungan atau aritmatika & logika seperti menambah, mengurangi, mengalikan, membagi dan memangkatkan. Selain itu juga melaksanakan pekerjaan seperti pemindahan data, penyatuan data, pemilihan data, membandingkan data, dll, sehingga ALU merupakan bagian inti dari suatu sistem komputer. Pada beberapa sistem komputer untuk memperingan dan membantu tugas ALU dari CPU ini diberi suatu peralatan tambahan yang disebut coprocessor sehingga khususnya proses perhitungan serta pelaksanaan pekerjaan pada umumnya menjadi lebih cepat. Pengertian mengenai coprocessor dapat dilihat di bagian bawah halaman ini.
  • Unit Memori / Penyimpan (Memory / Storage unit)
    Berfungsi untuk menampung data/program yang diterima dari unit masukan sebelum diolah oleh CPU dan juga menerima data setelah diolah oleh CPU yang selanjutnya diteruskan ke unit keluaran. Pada suatu sistem komputer terdapat dua macam memori, yang penamaannya tergantung pada apakah alat tersebut hanya dapat membaca atau dapat membaca dan menulis padanya. Bagian memori yang hanya dapat membaca tanpa bisa menulis padanya disebut ROM (Read Only Memory), sedangkan bagian memori yang dapat melaksanakan membaca dan menulis disebut RAM (Random Access Memory).
  • Unit Keluaran (Output Unit)
    Berfungsi untuk menerima hasil pengolahan data dari CPU melalui memori. Seperti halnya pada unit masukan maka pada unit keluaran dikenal juga istilah peralatan keluaran (Output device) dan media keluaran (Output media).

Pengertian BUS
Bus adalah sekelompok lintasan sinyal yang digunakan untuk menggerakkan bit-bit informasi dari satu tempat ke tempat lain, dikelompokkan menurut fungsinya Standar bus dari suatu sistem komputer adalah bus alamat (address bus), bus data (data bus) dan bus kontrol (control bus). Komputer menggunakan suatu bus atau saluran bus sebagaimana kendaraan bus yang mengangkut penumpang dari satu tempat ke tempat lain, maka bus komputer mengangkut data. Bus komputer menghubungkan CPU pada RAM dan periferal. Semua komputer menggunakan saluran busnya untuk maksud yang sama.
Pengertian Coprocessor
Coprocessor adalah Mikroprosesor tambahan (auxiliary processor) untuk membantu tugas dari prosesor utama (CPU). Sebenarnya latar belakang adanya coprocessor ini dimaksudkan untuk menutupi kelemahan dalam perhitungan matematika dan aritmatika pada prosesor Intel 8088. Tugas utamanya untuk melaksanakan perhitungan matematika dan aritmatika sehingga tidak menjadi beban prosesor Intel 8088.

Sumber : http://radmarssy.wordpress.com/2007/02/07/struktur-dasar-komputer/

Selasa, 27 September 2011

KUALITAS ARSITEKTUR KOMPUTER


Sebagaimana arsitektur bangunan, kualitas atau mutu arsitektur komputer tidak mudah diukur. Seperti halnya atribut yang menjadikan arsitektur bangunan bermutu, sebagian besar atribut berikut sulit dihitung. Pada hakekatnya, suatu arsitektur yang baik untuk satu aplikasi mungkin saja jelek untuk aplikasi yang lain, dan sebaliknya. Pada bagian ini, kita akan membahas enam atribut mutu arsitektur: generalitas (keumuman), daya terap, efisiensi, kemudahan penggunaan, daya tempa, dan daya kembang (ekpandabilitas).

Generalitas
Generalitas adalah ukuran besarnya jangkauan aplikasi yang bisa cocok dengan arsitektur. Sebagai contoh, komputer yang terutama digunakan untuk aplikasi ilmiah dan teknik menggunakan aritmetik floating-point (dengan nomor disimpan dengan penunjuk besarnya dan eksponennya) dan komputer yang terutama digunakan untuk aplikasi bisnis menggunakan aritmetik desimal (dengan nomor ditampilkan sesuai dengan digit desimalnya). Sistem umum memberikan dua jenis aritmetik.
Walaupun nomor instruksi dalam set instruksi bukan merupakan ukuran langsung bagi generalitas komputer, namun ia memberikan indikasi generalitas. Keanekaragaman modepengalamatan juga merupakan indikasi generalitas. Meskipun demikian, RISC begitu umum walau ia mempunyai set instruksi yang kecil dengan mode pengalamatan yang sedikit.
Salah satu pembahasan utama oleh kalangan peneliti komputer selama tahun 1980-an adalah persoalan bagusnya generalitas. Akhir-akhir ini, persoalan ini mengarah pada opini bahwa generalitas adalah tidak bermanfaat. Generalitas cenderung meningkatkan kekompleksan implementasi. Bagi rumpun komputer yang besar dari berbagai perusahaan, kekompleksan ini mengakibatkan sulitnya perancangan mesin. Generalitas juga cenderung membuat compiler optimisasi menjadi lebih kompleks, karena ia harus memilih lebih banyak instruksi ketika menggenerasi (menghasilkan) kode. Juga, generalitas cenderung mengakibatkan kompleksitas, dan desain sistem yang menggunakan komputer akan mengakibatkan kekompleksan software, yang seharusnya developer akan secara mudah mengoreksi kesalahan.
Salah satu argumen komersial dalam menerapkan generalitas adalah bahwa, karena ia menyebabkan perancangan komputer menjadi sulit, maka perusahaan yang melakukan perancangan tersebut bisa mengurangi peniruan rancangan oleh perusahaan lain. Tak ada perusahaan komputer yang besar ingin kehilangan pasamya atas rancangan komputer yang ia buat.

Daya Terap
Daya terap (applicability) adalah pemanfaatan arsitektur untuk penggunaan yang telah direncanakannya. Komputer yang terutama dirancang untuk satu dari dua area aplikasi utama: (1) aplikasi ilmiah dan teknis dan (2) aplikasi komersil biasa. Aplikasi ilmiah dan teknis adalah aplikasi yang biasanya untuk memecahkan persamaan kompleks dan untuk penggunaan aritmetik floating point ekstensif. Mereka ini adalah computation-intensive application (aplikasi komputasi intensit), yang berarti mereka mempunyai rasio operasi CPU ke memori dan operasi I/O yang jauh lebih tinggi dari pada aplikasi lain (walaupun banyak komputasi simbolisnya juga merupakan computation-intensive). Aplikasi komersil umum atau biasa adalah aplikasi yang didukung oleh pusat komputer biasa: menghimpun (compiling), menghitung (accounting), mengedit, penggunaan spreadsheet,dan word prosesing, seperti yang ada di komputer secara umum.

Efisiensi
Efisiensi adalah ukuran rata-rata jumlah hardware dalam komputer yang selalu sibuk selama penggunaannya biasa. Arsitektur yang efisien memungkinkan (namun tidak memastikan) terjadinya implementasi yang efisien. Perlu anda catat, bahwa ada pertentangan antara efisiensi dan generalitas. Juga, karena turunnya harga komponen komputer,maka sekarang efisiensi tidak terlalu dipikirkan seperti halnya pada awal pengembangan komputer.
Namun demikian, arsitektur yang efisien akan memungkinkan terjadinya implementasi berkecepatan sangat tinggi dan berbiaya sangat rendah, dan dalam rumpun komputer yang besar, implementasi yang demikian tersebut sangat diperlukan. Salah satu sifat arsitektur yang efisien adalah bahwa ia secara relatif cenderung sederhana. Karena untuk merancangsistem yang kompleks secara benar begitu sulit, maka kebanyakan komputer mempunyai sebuah komputer inti  (core computer) efisien yang sederhana, yaitu CPU. CPU ini mempunyai layer kontrol disekelilingnya guna memberikan fasilitas yang canggih yang dibutuhkan oleh arsitektur.

Kemudahan Penggunaan
Kemudahan penggunaan arsitektur adalah ukuran kesederhanan bagi programmer sistem untuk mengembangkan atau membuat software untuk arsitektur tersebut, misalnya sistem pengoperasiannya atau compilernya. Oleh karena itu, kemudahan penggunaan ini merupakan fungsi ISA dan berkaitan erat dengan generalitas. Definisi ini jangan dikacaukan dengan istilah ‘mudah untuk digunakan’ (friendly) yang diperuntukkan bagi pemakai dalam menggunakan komputer. Istilah mudah untuk digunakan ini ditentukan oleh sistem pengoperasian dan software yang ada,  bukannya arsitektur dasar. Kita bisa mengambil contoh dari beberapa komputer yang tidak mempunyai kemudahan penggunaan, dengan perancang compiler sulit mengimplementasikan beberapa bahasa pemrograman tingkat tinggi.
Set instruksi dari koniputer awal kadang-kadang kekurangan instruksi untuk melakukan operasi yang penting. Akibatnya, para programmer harus menggunakan urutan instruksi yang kacau untuk mengimplementasi operasi yang penting tersebut. Sekarang ini, arsitek set instruksi telah mempunyai banyak pengalaman untuk merancang set instruksi, sehingga kelemahan tersebut jarang ditemukan.

Daya Tempa (malleability)
Empat ukuran sebelumnya daya terap, generalitas, efisiensi, dan kemudahan penggunaan berlaku untuk arsitekturrumpun komputer. Dua ukuran yang terakhir daya tempa dan daya kembang umumnya berlaku untuk implementasi komputer dalam satu rumpun. Daya terap arsitektur adalah ukuran kemudahan bagi perancang untuk mengimplementasikan komputer (yang mempunyai arsitektur itu) dalam jangkauan yang luas. Lebih spesifik arsitekturnya, maka akan lebih sulit untuk membuat mesin yangberbeda ukuran dan kinerjanya dari yang lain. Secara analogis, bila seseorang menamakan suatu arsitektur rumah sebagai rumah kolonial, maka dimungkinkan rumah tersebut mempunyai ukuran dan gaya yang berbeda dengan yang lain. Sebaliknya, jika arsitektur telah menentukan rencana induknya, maka hanya dimungkinkan sedikit variasi implementasi.
Umumnya, arsitektur mencakup banyak gambaran setiap tingkat dengan detail. Rencana dasar atau induk dari rumah kolonial tersebut meliputi berbagai detail, misalnya tembok, pintu, saluran listrik dan air. Dalam kaitannya dengan komputer personal standart industri, spesifikasinya longgar, seperti halnya spesifikasi pada rumah kolonial tersebut. Pada Apple Macintosh atau IBM PC AT, spesifikasi arsitekturnya jauh lebih lengkap, sehingga semua implementasi hampir sama.

Daya Kembang
Daya kembang (expandability) adalah ukuran kemudahan bagi perancang untuk meningkatkan kemampuan arsitektur, misalnya kemampuan ukuran memori maksimumnya atau kemampuan aritmetiknya. Umumnya, spesifikasi rumpun komputer memungkinkan perancang untuk menggunakan ukuran memori yang berjangkauan luas dalam anggota rumpun. Sebagai contoh, karena arsitektur DEC VAX hanya menentukan ukuran memori secara tidak langsung dan hanya berada dalam batasan luas tertentu, maka komputer VAX mempunyai ukuran memori yang bervariasi yang lebih dari satu faktor 1000.
Para perancang dapat memperoleh daya kembang memori ekstemal dengan berbagai cara: Mereka dapat meningkatkan jurhlah eralatan atau mereka dapat meningkatkan kecepatan peralatan tersebut dalam menggerakkan data ke dan dari dunia luar. Banyak arsitektur yang mengabaikan aspek penentuan struktur I/O. Kurangnya spesifikasi akan meningkatkan daya kembang, namun ia bisa juga meningkatkan jumlah pemrograman kembali yang diperlukan oleh anggota rumpun yang baru.
Beberapa komputer mempunyai lebih dari satu CPU. Dalam hal ini, daya kembang juga berkaitan dengan jumlah CPU yang dapat digunakan oleh sistem secara efektif. Barrier (penyangga) pada komputer yang mempunyai CPU lebih dari satu umumnya tidak jelas. Jika programmer sistem mendapatkan kesulitan untuk menyinkronkan CPU-CPU, misalnya, maka sinkronisasi ini secara efektif akan membatasi jumlah CPU yang dapat digunakan sistem.

Sumber : http://margono.staff.uns.ac.id/2009/09/10/mengukur-kualitas-arsitektur-komputer/